Pewarta.TV, Ngawi – Kasus kematian Nira Pranita Asih 2024 silam warga Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi masih berlanjut.
Davin Ahmad Sofyan yang merupakan suami dari Nira menuntut keadilan atas kematian istrinya yang didampingi Bibih Haryadi, S.H., M.H. dan partner sebagai kuasa hukum.
Diketahui, Nira meninggal seusai mencabut gigi bungsu di salah satu Klinik di Ngawi. diduga Nira menjadi korban malpraktik.
Di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngawi.Kamis, (16/1/25) Davin ditemani dengan sejumlah kerabat dan sahabatnya dari berbagai unsur menuntut keadilan untuk Nira.
Orasi didepan kantor DPRD Ngawi itu diiringi isak tangis Davin yang merangkul buah hatinya sembari diiringi tabur bunga.
Selanjutnya, Davin dan Kuasa hukumnya masuk kedalam ruangan untuk bertemu langsung dengan Perwakilan Rakyat untuk menyampaikan keadilan.
Mereka bertemu langsung dengan Yuwono Kartiko (King) selalu ketua DPRD Ngawi yang saat itu didampingi oleh jajarannya.
Bibih Haryadi selaku kuasa hukum menyampaikan, “Kami meminta support bagaimana keadilan ini bisa terwujud. Kami menganggap ada kejanggalan yang memang harus kita luruskan,” katanya.
Dia menambahkan, “Hukum harus ditegakkan, keadilan harus tetap diperjuangkan. Selanjutnya kami nanti akan bersurat melakukan upaya pra peradilan terkait SP3 yang diterima satu hari sebelum aksi,” tambahnya.
Bibih juga menjelaskan, “Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) itu berisikan dari kode etik menyatakan tidak ada pelanggaran atau kelalaian itu tentu sangat merugikan kami. Padahal, penyidik sudah menganggap dua alat bukti cukup bahwa ada kelalaian disitu. Jadi, sudah sejauh ini tenyata ujung-ujungnya hukum, KUHP, Undang-undang dikalahkan hanya dengan keputusan rekomendasi kode etik,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, menyatakan bahwa pihak legislatif memiliki keterbatasan dalam menangani kasus hukum. Namun, DPRD berkomitmen untuk membantu melalui jalur yang tersedia.
“Sebagai bentuk empati dan dukungan, kami akan mengomunikasikan kasus ini ke Komisi III DPR RI. Namun, langkah tersebut adalah batas maksimal yang dapat kami lakukan mengingat keterbatasan wewenang kami,” tandasnya . (Ed)
Kasus Dugaan Malprakter Dokter Gigi di Ngawi Dihentikan, Keluarga Ngadu ke DPR
Pewarta.TV, Ngawi – Kasus kematian Nira Pranita Asih 2024 silam warga Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi masih berlanjut. Davin Ahmad Sofyan yang merupakan suami dari Nira menuntut keadilan atas kematian istrinya yang didampingi Bibih Haryadi, S.H., M.H. dan…
Oleh Redaksi
16 Januari 2025 pukul 21.30 · 2 menit baca · 1 kunjungan
Berita Terkait
Darmawan Sutanto Bernostalgia Bersama Alumni Espero dalam Family Fun Walk Ahad Pahingan ComFest Ngawi
Pewarta.TV, Ngawi – Kegiatan Family Fun Walk yang digelar alumni SMP Negeri 2 Ngawi (Espero) menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Ahad Pahingan ComFest (PanCo) di Alun-Alun Ngawi, Minggu (1/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus reuni lintas…
Redaksi · 1/11/2026 · 8 dilihatGabungan TNI dan Pemkab, Polres Magetan Gelar Patroli Skala Besar
PewartaTV. MAGETAN – Guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga pada malam hari, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Magetan menggelar Patroli Skala Besar di wilayah hukumnya pada Selasa (27/10/2026) malam. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 21.00 WIB ini merupakan wujud…
Redaksi · 29/10/2026 · 5 dilihatKomentar
Masuk untuk menulis komentar dan bookmark.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.